
Sahabat Permata, pernahkah kita menyadari bahwa ketika tubuh sehat, kita sering lupa betapa mahalnya nikmat kesehatan? Berjalan tanpa rasa sakit, makan dengan nyaman, tidur dengan nyenyak, dan bisa berkumpul bersama orang-orang yang kita cintai adalah nikmat yang terkadang baru terasa begitu berharga ketika kita jatuh sakit.
Ketika penyakit datang, tubuh menjadi lemah. Aktivitas yang biasanya mudah dilakukan terasa berat. Hati pun terkadang dipenuhi rasa takut dan pertanyaan, “Kapan aku akan sembuh?”
Sahabat Permata, jangan pernah merasa bahwa sakit berarti Allah meninggalkan kita. Bisa jadi, melalui sakit yang sedang kita rasakan, Allah sedang mengajarkan kesabaran. Bisa jadi Allah sedang menghapus dosa-dosa kita. Dan bisa jadi pula, sakit menjadi jalan agar hati kita kembali lebih dekat kepada-Nya.
Selain berikhtiar melalui pengobatan, kita sebagai seorang muslim juga dapat memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an untuk memohon pertolongan serta ketenangan dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isra’: 82)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an membawa penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, jangan pernah mencari jalan-jalan yang menyimpang.
- Surah Al-Fatihah
Sahabat Permata, ketika sedang sakit, salah satu surah yang dapat kita baca adalah Surah Al-Fatihah.
Surah Al-Fatihah merupakan surah yang sangat agung. Di dalamnya terdapat pujian kepada Allah, pengakuan bahwa hanya kepada-Nya kita menyembah dan memohon pertolongan, serta permohonan agar diberikan jalan yang lurus.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٢
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ٣
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ٤
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ٥
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ٦
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ٧
Ketika membacanya, hadirkan keyakinan dalam hati bahwa kita sedang menghadap kepada Zat Yang Mahakuasa.
Kita boleh merasa lemah. Kita boleh menangis. Kita boleh mengakui bahwa kita tidak berdaya.
Karena pada akhirnya, Allah-lah tempat kita memohon pertolongan.
- Surah Yunus Ayat 57
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Sahabat Permata, ayat ini terasa begitu menenangkan karena mengingatkan bahwa tidak semua penyakit terlihat oleh mata.
Ada sakit pada tubuh, tetapi ada pula luka yang tersembunyi di dalam hati.
Kecemasan, kesedihan, ketakutan, dan kegelisahan juga membutuhkan pertolongan Allah.
Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa Allah mengetahui bukan hanya apa yang tampak dari diri kita, tetapi juga apa yang tersembunyi jauh di dalam hati.
- Surah Asy-Syu’ara Ayat 80
Nabi Ibrahim AS mengajarkan sebuah keyakinan yang sangat indah:
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
Sahabat Permata, kalimat ini singkat, tetapi maknanya sangat dalam.
Kita boleh pergi ke dokter.
Kita boleh meminum obat.
Kita boleh menjalani berbagai bentuk pengobatan.
Kita boleh melakukan semua ikhtiar yang diperlukan.
Namun, hati tetap meyakini bahwa Allah-lah Yang Maha Menyembuhkan.
- Surah Al-Isra Ayat 82
Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim, Al-Qur’an itu hanya akan menambah kerugian.”
Sahabat Permata, ketika tubuh sedang lemah, cobalah luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an.
Tidak harus banyak.
Bacalah perlahan.
Resapi maknanya.
Biarkan setiap ayat menjadi pengingat bahwa kita masih memiliki Allah untuk tempat bersandar.
- Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ١
اَللّٰهُ الصَّمَدُ ٢
لَمْ يَلِدْ ۙ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ ٣
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
“Katakanlah, ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Surah Al-Ikhlas mengingatkan kita kepada siapa tempat bergantung.
Sahabat Permata, ketika manusia tidak mampu memberikan jawaban, Allah tetap ada.
Ketika tubuh kehilangan kekuatan, Allah tetap menjadi tempat memohon kekuatan.
Ketika hati dipenuhi ketakutan, Allah tetap menjadi tempat berlindung.
- Surah Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۙ ١
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۙ ٢
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ ۙ ٣
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ ۙ ٤
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥
Surah Al-Falaq mengajarkan kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan.
Ketika sakit membuat hati dipenuhi rasa takut, bacalah surah ini sebagai bagian dari doa dan dzikir.
Ingatlah, kita memiliki Allah sebagai tempat berlindung. - Surah An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۙ ١
مَلِكِ النَّاسِ ۙ ٢
اِلٰهِ النَّاسِ ۙ ٣
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۖ ٤
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ ۙ ٥
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦
Surah An-Nas mengajarkan manusia untuk berlindung kepada Allah dari berbagai bisikan dan kegelisahan.
Sahabat Permata, terkadang yang membuat seseorang semakin lelah bukan hanya penyakit yang dirasakan tubuh, tetapi juga pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran.
Karena itu, selain menjaga tubuh, jangan lupa menenangkan hati dengan mengingat Allah.
Doa Memohon Kesembuhan
Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon kesembuhan:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabb an-nās, adzhibil-ba’sa, isyfi antasy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.
“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
Sahabat Permata, Jangan Pernah Berhenti Berharap
Sahabat Permata, jika saat ini tubuhmu sedang sakit, mungkin hari-hari terasa begitu panjang.
Mungkin malam terasa lebih sunyi.
Mungkin ada saat ketika air mata jatuh tanpa diketahui siapa pun.
Mungkin ada pertanyaan yang terus berputar di dalam hati:
“Kapan aku akan sembuh?”
Jika itu yang sedang kamu rasakan, jangan menyerah.
Allah mengetahui sakitmu.
Allah mengetahui doamu.
Allah mengetahui setiap air mata yang jatuh.
Allah mengetahui perjuangan yang tidak dilihat manusia.
Maka teruslah berikhtiar.
Teruslah berobat.
Teruslah berdoa.
Teruslah membaca Al-Qur’an semampumu.
Dan jangan pernah berhenti berharap kepada Allah.
Sebab kesembuhan memiliki waktunya sendiri.
Boleh jadi hari ini belum sembuh.
Boleh jadi besok belum sembuh.
Tetapi jangan pernah menyimpulkan bahwa Allah tidak mendengar doa kita.
Allah mendengar. Allah mengetahui. Allah tidak pernah lalai.
Barangkali melalui sakit ini, Allah sedang mengajarkan kita arti sabar.
Barangkali Allah sedang menghapus kesalahan-kesalahan kita.
Barangkali Allah sedang mengangkat derajat kita.
Atau mungkin Allah sedang membawa kita semakin dekat kepada-Nya.
Sahabat Permata, ingatlah: sakit bukan berarti Allah meninggalkan kita.
Terkadang, justru dalam keadaan paling lemah, seorang hamba menemukan kekuatan terbesar ketika ia berserah diri kepada Allah.
Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada setiap Sahabat Permata yang sedang sakit.
Semoga Allah mengangkat penyakitnya, menenangkan hatinya, menguatkan keluarganya, memberikan kesabaran dalam menjalani ujian, serta menjadikan setiap rasa sakit sebagai jalan menuju rahmat dan ampunan-Nya.
اللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ شِفَاءً كَامِلًا لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, sembuhkanlah setiap orang yang sedang sakit dengan kesembuhan yang sempurna, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
ROHIS RS Permata Jonggol